Manunggaling Kawula Gusti Dalam Serat Wedatama (Sebuah Kajian Theologi)

. Marsono

Abstract


ISBN : 978-602-51483-1-6

Dengan rasa angayubagia kehadapan Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa karena atas karunia dan rahmatNya, maka penyusunan buku yang berjudul “Manunggaling Kawula Gusti Dalam Serat Wedatama (Sebuah Kajian Theologi)” dapat terselesaikan dengan baik.

Serat Wedatama mengandung nilai-nilai yang luhur sebagai tuntunan susila disamping sebagai tuntunan hidup, menjadikan karya sastra tersebut bertahan terus hingga saaat ini. Kehebatan bertahan sebuah karya sastra menunjukan hebatnya pengarang dibalik karya besar tersebut.

Kajian theologi Serat Wedatama memberikan pemahaman dasar bahwa seorang manusia bisa memahami makna kehidupan ini, dan menjalani roda perputaran kehidupannya dengan penuh makna pula. Setiap detik yang berlalu dalam hidupnya, selalu bermakna, tidak ada kesia-siaan. Karena manusia dilahirkan kedunia ini, pasti dengan tujuan yang mulia pula, bukan sekedar iseng belaka. Kesadaran akan kelahiran berarti kesadaran akan tujuan hidup lahir kedunia. Tujuan hidup yang sesungguhnya akan dapat dicapai melalui implementasi nilai-nilai luhur. Nilai luhur itulah yang bias digunakan untuk menata kehidupan ini sehingga perubahan menuju penyeimbangan antara pemenuhan spiritual dan jasmani tercapai. Hingga manusia menyadari tujuan yang sejatinya hidup di dunia ini. Jalan untuk mencapai tujuan hidup tersebut banyak dituturkan dalam Serat Wedhatama. Melalui Catur sembah manusia akan dibimbing untuk berlaku baik dan mencapai kedamaian dan kebahagiaan.

Penulis menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki, maka kritik dan saran yang sifatnya membangun penulis harapkan demi kebaikan dan kesempurnaan karya tulis ini. Sebagai akhir kata semoga buku ini bukan akhir dari segalanya melainkan awal dari lahirnya karya-karya yang lebih baik dan berguna untuk kepentingan pengembangan ilmu dan pembangunan.


Full Text:

PDF

References


Abdillah, Pius Danu Prasetya. tt. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Arkola.

Anjar Any, 1986. Mengungkap Serat Wedotomo, Semarang: Aneka Ilmu.

Anton Bakker, 1999. Metode Penelitian Filsafat. Yogyakarta: Kanisius.

Ashad Kusumajaya, 2003. Pewaris Ajaran Syekh Siti Jenar, Membuka Pintu Maarifat. Yogyakarta: Kreasi Wacana,

Budiono Heru Satoto, 1985. Simbolisme Dalam Budaya Jawa. Yogyakarta: Hanindita,

Cipta, Prawira. 1986. Filsafat Jawa. Semarang: Balai Pustaka.

Darmanto Jatman, 1999. Psikologi Jawa. Yogyakarta: Bentang

Downey, Merial & A.V. Kelly. 1978. Moral Education. London-Sydney: Harper & Row Publisher.

Endraswara, Suwardi 2006. Falsafah Hidup Jawa. Yogyakarta: Narasi.

Endraswara, Suwardi 2013. Memayu Hayuning Bawana. Yogyakarta: Cakrawala 256

Franz Magnis-Suseno,1987. Etika Dasar; Masalah-masalah pokok Filsafat Moral. Yogyakarta: Kanisius.

Frondizi, Risieri, 2001. Pengantar Filsafat Nilai (Cuk Ananta Wijaya, penerjemah). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Harun Hadiwiyono, 1983. Konsep Tentang Manusia Dan Kebatinan Jawa, Jakarta: Balai Pustaka,

Henk ten Napel, 2009. Kamus Teologi. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Imam Muhni, D. A, 1999. Moral dan Religi Menurut Emile Durkheim dan Henri Bergson. Yogyakarta: Yayasan Kanisius.

Jatmiko, Adityo. 2005. Tafsir Ajaran Serat Wedhatama. Yogyakarta: Pura Pustaka,

K.G.P.A.A Mangkunegara IV, 1979. Serat Wedhatama, terj. S.Z.Hadi Stjupto Jakarta: Pradnya Paramita

Kadjeng, I Nyoman. 2000. Sarscamuscaya. Surabaya: Paramita

Ki Sabdacarakatama, 2010. Serat Wedhatama, Yogyakarta: Narasi

Koentjoroningrat, 1994. Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai Pustaka, 257

Koesoema A, Doni, 2009. Pendidik Karakter di Zaman Keblinger. Jakarta: Penerbit PT Grasindo.

Krippendorff, Klaus. 1980. Content Analysis; An Introduction to Its Methodology. Baverly Hills-London: Sage Publications.

Kurtiness, William M. dan Jacob L. Gerwitz,1992. Moralitas, Perilaku Moral dan Perkembangan Moral, alih bahasa M.I. Soelaeman. Jakarta: UI Pres.

Kurtiness, William M. dan Jacob L. Gerwitz, 1992. Moralitas, Perilaku Moral dan Perkembangan Moral, alih bahasa M.I. Soelaeman. Jakarta: UI Pres.

Lickona, Thomas., editor,1976. Moral Development and Behavior: Theory; Research and Social Issues. New York: copyright by Holt, Rinehart, and Winston.

Lorens Bagus, 2000. Kamus Filsafat. Jakarta: Gramedia.

Magnis Suseno, Franz, 1987. Etika Dasar: Masalah-Masalah Pokok Filsafat Moral. Yogyakarta: Yayasan Kanisius.

Miles, Matthew B. and Michael Huberman, 1985. Qualitative Data Analysis. London-New Delhi: Sage Publications Beverly Hills. 258

Moh. Ardani, Al Qur‟an Dan Sufisme Mangkunegara I.1995. (Studi Serat-Serat Piwulang), (Yogyakarta: Dana Bhakti Wakaf,

Mulyana, Deddy, 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mulyana, Rohmat, 2004. Mengartikulasikan Pendidikan Nilai. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Musa Asyarie, Filsafat Islam Sunah Nabi Dalam Berpikir. Yogyakarta: LESFI, 2001, hlm. 165.

Poerwadarminto,1982. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : P.N Balai Pustaka.

Pudja, I Gede, 1999. Isa Upanisad. Cetakan Pertama. Paramita Surabaya.

Pudja, Gede. 1982. Bhagawadgita (Pancama Weda). Jakarta: Mayasari.

Putra, Putu Ngakan, 2008. Tuhan Upanisad Menyelamatkan Masa Depan Manusia. Cetakan Pertama. Penerbit Media Hindu.

R. Subagya, Kanisius, 1989. Kepercayaan Kebatinan, Kerohanian, Kejiwaan dan Agama, Yogyakarta.

Radhakrisnan, S, 1953. The Principal Upanisads.Yayasan Parijata. 259

Ryan, Kevin and Karen E. Bohlin, 1999. Buiding Character In Schools; Practical Ways to Bring Moral Instruction to Life. San Francisco: Jossey-Bass A wiley Imprint.

Sabdacarakatama, 2010. Serat Wedhatama. Narasi: Semarang.km

Simuh, 1988. Mistik Islam Kejawen Raden Ngabehi Ranggawarsita, Jakarta: UI Press.

Simuh, 2002 Sufisme Jawa, Yogyakarta: Bentang Budaya.

Subagiasta, I Ketut, 2007. Etika Pendidikan Agama Hindu. Denpasar. Paramita.

Sudarsana, I. K. (2017). Konsep Pelestarian Lingkungan Dalam Upacara Tumpek Wariga Sebagai Media Pendidikan Bagi Masyarakat Hindu Bali. Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya, 2(1), 1-7.

Soares, F., & Sudarsana, I. K. (2018). Religious Harmony Among Senior High School Students Multicultural Education Case Study in the Cova-Lima District of East Timor. Vidyottama Sanatana: International Journal of Hindu Science and Religious Studies, 2(1), 154-162.

Sufa‟at M, Beberapa Pembahasan Tentang Kebatinan. Yogyakarta: Kota Kembang, hlm.27

Sujamto, 2000. Rekonstruksi dan Revitalisasi Pandangan Hidup Jawa, Semarang: Dahara Prize.

Suwarno, 2008. Sekar Macapat (Bahan Diklat Profesi Guru). Yogyakarta: UNY.

Tanoyo, R. 1963. Wedhatama Jinarwa. Fa. Triyana: Soedjonorejo.

Titib, I Made, 2003. Menumbuhkembangkan Pendidikan Budhi Pekerti pada Anak. Jakarta, Ganeca Exact,.

Titib, I Made. 2003. Teologi dan Simbol-Simbol dalam Agama Hindu. Edisi Pertama. Paramita Surabaya. 260

Zoet Mulder, 2001. Mistisisme Jawa Idiologi di Indonesia, Yogyakarta: LkiS.

Zoet Mulder, 1990. Manunggaling Kawula Gusti, Pantheisme dan Monisme Dalam Sastra Suluk Jawa, terj. Dick Hattoko, Jakarta: Gramedia.

Zuhdi, Darmiyati, 1993. Panduan Penelitian Analisis Konten. Yogyakarta: Lembaga Penelitian IKIP Yogyakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jayapangus Press Books Indexed By:

 

Jayapangus Press Books site and its metadata are licensed under CC BY-SA