Desain Eco Culinary Pada Daerah Aliran Sungai

I Gusti Ketut Purnaya, I Made Trisna Semara, Komang Ratih Tunjungsari, I Nengah Laba

Abstract


Pertama-tama perkenankan penulis memanjatkan puji syukur ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya atas asung wara nugraha-Nya/ karunia-Nya, buku dengan berjudul “Desain Eco Culinary pada Daerah Aliran Sungai” ini dapat diselesaikan.

Buku ini disusun berdasarkan hasil penelitian dari Program Hibah Penelitian Dikti Skema PTUPT (Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi). Buku ini memuat mengenai berbagai jenis rancangan yang dapat digunakan dalam penataan Daerah Aliran Sungai. Konsep Desain yang ditekankan dalam buku ini adalah Desain Ekologis dekat dengan alam, dengan tetap mendukung pengembangan pariwisata budaya seperti wisata Culinary.

Pada kesempatan ini juga perkenankan penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga yang dengan penuh perhatian telah memberikan dorongan, semangat, dan arahan selama penulisan buku ini. Terima kasih sebesar-besarnya pula penulis sampaikan kepada rekan sejawat yang dengan penuh perhatian dan kesabaran telah memberikan banyak dukungan fasilitas. Penulis juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada narasumber yang telah memberikan bantuan data sehingga penulis dapat menyelesaikan buku ini dengan baik. Akhir kata diucapkan banyak terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat atas kerjasamanya dalam penyelesaian buku ini.

Diharapkan, buku ini dapat berguna sebagaimana mestinya dan bermanfaat bagi semuanya. Serta saran maupun kritik sebagai bahan pertimbangan dan penyempurnaan buku ini. Atas perhatiannya, diucapkan banyak terima kasih.


Full Text:

PDF

References


Agustina, L. (2012). Studi Potensi Wisata Kuliner di Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2012. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta.

Braybrooke, D., & Lindblom, C. E. (1963). A strategy of decision. New York: Free Press.

Budihardjo, E. (1987). Percikan masalah arsitektur, perumahan, perkotaan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press .

Budihardjo, E., & Sidharta. (1989). Konservasi Lingkungan dan Bangunan Kuno Bersejarah di Surakarta. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Clewell, A., Rieger, J., & Munro, J. (2005). Guidelines for Developing and Managing Ecological Restoration Projects (2nd ed.). Washington, D.C.: Society for Ecological Restoration International.

Etzioni, A. (1967). Mixed-Scanning: A 'Third' Approach to Decision-Making. Public Administration Review, XXVII(5), 385-392.

Greeners.co. (2016, Juni 16). KLHK: Kondisi Kualitas Air Sungai di Indonesia Memprihatinkan. Diambil kembali dari Greeners.co: https://www.greeners.co/berita/klhk-kondisi-kualitas-air-sungai-indonesia-memprihatinkan/

Kadri, T., & Muttaqin, Z. (2014). Faktor-faktor yang Menghambat Penetapan Garis Sempadan Sungai (Studi Kasus Sungai Cimanuk, Kabupaten Indramayu). Jurnal Sipil, XIV(2), 76-83.

Margi, I. K., Ariani, R. P., Widiastini, N. M., & Suriani, N. M. (2013). Identifikasi Potensi Wisata Kuliner Berbasis Bahan Baku Lokal di Kabupaten Buleleng, Bali. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, II(2), 257-264.

Menteri Dalama Negeri. (2009). Peratran Menteri Dalam Nenegeri Nomor 33 Tahun 2009 Tentang Pedoman Pengembangan Ekowisata di Daerah. Jakarta: Menteri Dalam Negeri.

Meyerson, M., & Banfield, E. (1955). Politics, Planning and the Public Interest. New York: Free Press.

Nur’aini, N. (2014). Perencanaan Ekowisata Kuliner di Kabupaten Sragen Provinsi Jawa Tengah. Tugas Akhir. Program Keahlian Ekowisata, Program Diploma Institut Pertanian Bogor.

Notohandiprawiro, T. (1981). Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Program Penghijauan. Dipetik Agustus 29, 2018, dari http://soil.blog.ugm.ac.id/files/2006/11/1981-Pengelolaan-DAS1.pdf

Pitana, I. G., & Rukendi, C. (2008). Petunjuk Pengembangan Ekowisata Budaya dan Kulner, Ekoturisme-Teori dan Praktek. Nias: BRR NAD.

Presiden Republik Indonesia. (1991). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 tahun 1991 Tentang Sungai. Jakarta: MenteriI/Sekretaris Negara Republik Indonesia.

Presiden Republik Indonesia. (2011). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2011 Tentang Sungai. Jakarata: Mentri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Purnaya, I. G., & Semara, I. M. (2018). Implementasi Kebijakan Pemerintah Terhadap Penataan Sungai Badung Dalam Upaya Pengembangan Pariwisata di Kota Denpasar. Jurnal Ilmiah Hospitality Management, VIII(2), 1-10.

Ref. UNESCO PP 36/2005, Ditjen PU-Ditjen Tata Perkotaan dan Tata Pedesaan.

Syarifudin, A., & Hendri. (2016, Februari 16). Manajemen Sistem Informasi Pemanfaatan Sempadan Sungai Dalam Mendukung Pengelolaan Sumberdaya Air. Diambil kembali dari Bina Darma e-Journal: http://eprints.binadarma.ac.id/id/eprint/2749

Tangkuman, D. J., & Tondobala, L. (2011). Arsitektur Tepi Air. Media Matrasain, VIII(2), 40-54.

Tiesdell, S. e. (1996). Revitaizing Historic Urban Quaters. Oxford: University Press.

Torre, L. A. (1989). Waterfront Development. New York: Van Nostrand Reinhold.

Vanreusel, A. (1990). Ecology of free-living marine nematodes in the Voordelta (Southern Bight of the North Sea).I. Species composition and the structure of the nematode communities. Cahiers de Biologie Marine, XXXI, 439–462.

Wren, D. M. (1983). Urban Waterfront Development. Washington D.C.: Urban Land Institue.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jayapangus Press Books Indexed By:

 

Jayapangus Press Books site and its metadata are licensed under CC BY-SA