Munculnya konversi Agama dari Hindu ke Kristen

I Nyoman Raka, I Ketut Sudarsana

Abstract


Atas asung kerta wara nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan yang Maha Esa) dan dukungan dari berbagai pihak terkait terutama editor dan IHDN Denpasar, maka buku berjudul “Munculnya konversi Agama dari Hindu ke Kristen” dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan oleh penulis.

Konversi yang terjadi terhadap umat Hindu ke dalam agama Kristen baik secara internal maupun eksternal yang disaji dalam buku ini adalah konversi yang terjadi di Banjar Pakuseba Desa Taro Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar. Fenomena ini memiliki makna yang eklusif bagi kehidupan beragama di Indonesia. Mengingat Indonesia memiliki ideologi Pancasila yang mengedepankan Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrawa (berbeda-beda tapi tetap bersatu) dan sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terdiri dari beratus pulau kecil dan besar dibangun bersama-sama oleh berbagai etnis atau suku, agama, adat dan budaya.

Konversi secara internal yang terjadi di lingkungan agama Hindu itu sendiri, salah satu penyebabnya akibat perubahan cara penghayatan beragama ke arah perubahan pendekatan kualitas, yakni dari beragama pada tingkat karma dan bhakti menuju pada tingkat jnana dan yoga marga. Konversi internal semacam ini terjadi pada level umat  sebagai penghayat agama secara individual. Selanjutnya konversi internal terjadi pada level sosial, melibatkan lembaga keagamaan dengan policy penyeragaman dengan dalil azas kebersamaan. Walaupun telah dipahami bahwa cara beragama setiap umat memungkin adanya perbedaan seperti yang diwejangkan Bhagawan Shri Krishna yang tersurat dengan jelas dalam kitab Bhagavad-Gita (Adhyaya IV sloka 11), bahwa dengan jalan dan cara atau bentuk apapun engkau menyembah-Ku akan Aku terima.

Konversi agama pada dimensi sosial sering disebut konversi eksternal, yakni berpindahnya penganut agama yang satu ke dalam agama yang lain. Pada kasus ini berpindah penganut Hindu menjadi penganut agama Kristen, Islam atau agama lainnya. Konversi eksternal kadangkala menimbulkan konflik antar komunitas. Sehingga adanya konversi eksternal menjadikan permasalahan agama dan menjadi isu yang sangat sensitif di Indonesia.

Terjadinya konversi agama merupakan sikap pengingkaran atas kesepakatan yang pernah disepakati ketika masih dalam ikatan lembaga agama tersebut. Diharapkan kepada pihak yang telah beragama untuk tidak melakukan tindakan konversi agama kepada pihak lain yang telah pula beragama. Mengingat setiap agama telah menetapkan rambu-rambu beragama guna harmoni tetap terjaga di antara dan antar umat beragama. Ajaran Kristen misalnya, ditemukan Efesus dan Filipi yang mengarahkan umatnya untuk menaruh pikiran dan perhatian hanya pada gereja (Efesus. 5: 23), sedangkan pada Filipi 5:2 diharapkan umatnya menaruh pikiran dan perhatian kepada Tuhan Yesus. Larangan konversi agama yang paling ekstrem ditemukan pada hadits Islam. Pada hadits ini ditetapkan sanksi ‘pembunuhan’ untuk umat Islam yang melalukan tindakan pindah agama (HR. Al-Bukhari [3017, 6922], Abu Dawud [4351], at-Tirmidzi [1458], an-Nasai [4059, 4060, 4061, 4062, 4063, 4064, 4065], Ibn Majah [2535], dan lainnya). Baik Efesus, Filipi, maupun kutipan Hadits tersebut di atas, dihimbau untuk menghindari terjadinya konversi agama, sekaligus juga menghindari terjadi konflik karena konversi agama.

Di sisi lain kebebasan dan toleransi UUD 1945 (Pasal 28E ayat 1 dan 2), Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (pasal 333 ayat 1) dan Undang-Undang HAM No.39 Tahun 1999 serta kebebasan beragama dan berkeyakinan yang tertuang dalam Kitab Bhagawadgita dapat dijadikan ‘pembenaran’ bagi pihak tertentu untuk melakukan konversi agama dengan dalil sederhana bahwa Negara menjamin kebebasan umatnya untuk memilih agama sesuai dengan keyakinannya. Sehingga seseorang dan atau sekelompok orang dapat ‘membantu’ pihak lain untuk mempermudah proses pindah agama dimaksud. Apabila dipahami lebih mendalam makna kebebasan beragama seperti yang disebutkan dalam UUD 45, Undang-Undang Hukum Pidana, Undang-Undang HAM dan mutiara Bhagawadgita dimaksud, bukanlah sebagai dasar pembenaran untuk melakukan konversi terhadap agama satu kepada agama lainnya. Namun memiliki makna sebaliknya, yakni hendaknya seseorang memeluk agama atas keyakinan dan kepercayaan dan atau kesadaran yang ada pada dirinya, bukan karena atas paksaan atau ajakan dari pihak lain. Akan tetapi pihak tertentu malah memahami keberadaan Undang-Undang kebebasan memeluk agama dan menganut kepercayaan dan keyakinan tersebut dengan logika terbalik sebagai usaha pembenaran proses konversi yang dilakukan.

Larangan konversi agama seperti dimuat, baik dalam Efesus dan Filipi maupun pada hadits, tidak berarti bahwa konversi agama tidak akan terjadi. Sebaliknya, kebebasan memeluk agama dan kepercayaan yang dikumandangkan dalam UUD 1945 dan dalam beberapa sloka Bhagawadgita tidak dipahami dengan baik dan benar sehingga tidak mengurangi konflik akibat konversi agama.

Banyak pelajaran, banyak hikmah yang dapat dipetik dari konflik konversi agama. Konversi agama dapat menimbulkan semangat fanatisme dalam beragama. Misalnya, seorang Kristen melakukan tindakan konversi agama dapat menjadi seseorang  memiliki fanatisme melebihi seorang Kristen yang memang dibatis karena kelahiran dari orang tua beragama Kristen dan atau bukan karena konversi. Pada ranah positivisme terjadinya konversi agama dapat menimbulkan semangat beragama pada pihak yang dirugikan, seperti yang terjadi di Desa Pakuseba dengan dilakukan upacara besar berupa upacara ngenteg linggih sebagai akumulasi rasa jengah terhadap terjadinya konversi pada umat Hindu di desa tersebut. Melalui pelaksanaan upacara seperti itu semangat persatuan dan kesatuan dapat bangkit, guna meredam terjadinya tindakan konversi agama dari Hindu ke Kristen.

Akhirnya kritik dan saran yang membangun penulis harapkan dari berbagai pihak demi perbaikan untuk penyusunan buku ajar Geometri Ruang berikutnya. Selanjutnya penulis menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada pihak yang telah membantu penulis dalam menyusun buku ajar ini.


Full Text:

PDF

References


Abdullah, Irwan. 2006. Konstruksi dan Reproduksi Kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Al-Fayyadl, Muhamad. 2005. Derrida. Jogyakarta: LkiS.

Ali, Fabri. 1989. “Tanah dan Eksistensi Petani”, Prisma. Volume 18. Nomor 4. halaman 52-53.

Aman, Peter C. 2007. “Manusia dan Ciptaan: Perspekrif Moral” dalam Majalah Basis Nomor 05-06 Tahun ke-56 Juni 2007.

Amiruddin, al Rahab. 2008. “Kekerasan Komunal di Indonesia: Sebuah Tinjauan Umum” dalam majalah Dinitas. Volume V. No.1. Tahun 2008. Jakarta: ELSAM.

Anderson, Perry. "The Antinomies of Antonio Gramsci." New Left Review I/100. 1976.

Arwata, A.A. Ngurah. 2008. “Banten, Konotasi dan Kekinian” dalam Majalah Sarad Nomor 97 Mei 2008.

Aziz. 2006. Esai-esai Sosiologi Agama. Jakarta: Diva Pustaka.

Babe, Robert E. 2011. Rangkuman Buku Cultural Studies and Political Economy Versi PDF.

Barker. 2005. Cultural Studi. Yogyakarta: PT Bentang Pustaka.

Berger.1966. The Social Construction of Reality: A Treatise in the Sociology of Knowledge. Garden City: Doubleday.

Bertens, Kees. 2001.Filsafat Barat Kontemporer: Prancis. Jakarta: PT Pustaka Gramedia.

Buttigieg. 2005. "The Contemporary Discourse on Civil society: A Gramscian Critique," Boundary 2,

Buttigieg. 2006. "The Impoverisment of Civil Society," Boundary 2.

Cavallaro, Dani. 2004. Critical and Cultural Studi Theori. Yogyakarta: Niagara.

Congregation for the Clergy. 1997. General Directory of Catechesis. Homebush: St. Paul Publications.

Covarrubias, Miguel. 1972. Island of Bali . Oxford University, Kualalumpur, Singapur, Djakarta: PT Indra.

Dhanamony. 2006. Fenomenologi Agama. Yogyakarta : Kanisius.

Dijk, R Van. 1982. Pengantar Hukum Adat Indonesia. Bandung: Sumur Bandung.

Donder. 2004. Brahmawidya Teologi Kasih Semesta. Surabaya: Paramita.

Donder. 2006. Pancadatu, Atom, Atma, dan Animisma. Surabaya: Paramita.

Donder. 2007. Kosmologi Hindu. Surabaya: Paramita.

Dowly, Tim (ed.). 1977. The History of Christianity. Lion Publishing.

Edward S. Herman & Noam Chomsky. 1988. Manufacturing Consent: The Political Economy of the Mass Media. New York: Pantheon Books.

Eiseman, J.R. Fred B. 2000. Bali Sekala Niskala, Essay On Reigion, Ritual and Art. Jakarta: CV Java Books.

Endraswara, Swardi. 2003. Metodologi Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Eriyanto. 2000. Kekuasaan Otoriter dari Gerakan Penindasan Menuju Politik Hegemoni. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Farhan. 2007. Hubungan Pendidikan Agama dengan Perubahan Prilaku. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Faruk. 1994. Pengantar Sosiologi Sastra: dari Strukturalisme Genetik sampai Post-Modernisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Fiske, John. 2007. Cultural and Comunikation Studies, Sebuah Pengantar Paling Komprehensif. Terjemahan Yosal Iriantara dan Idi Subandu Ibrahim. Yogyakarta: Jalasutra.

Fiske. 2004. Cultural dan Comunication Studies. Yogyakarta: Jalasutra.

Foucaullt, Michel. 1990. The History of Sexuality: An Introduction. Volume I. Vintage Books.

Fruit. D.G. dan Rubin J.Z. 2004. Teori Konflik Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.Gidden. 2001. Globalisasi Merombak Kehidupan Kita. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Gidden.2003. Masyarakat Pos-Tradisional. Yogyakarta : IRCiSoD.

Giner, Salvador. The Withering Away of Civil Society? Praxis International. Vol.5. No.3. October 1985.

Gorda, I Gusti Ngurah. 1996. Etika Hindu dan Perilaku Organisasi. Denpasar : PT Widya Laksana Denpasar.

Gramsci.1999.Selection from the Prison Notebooks (Selanjutnya Disingkat SPN). Editor Quintin Hoare dan Geoffrey Nowell Smith. New York, International Publisher.

Habermas, Juergen. "The Theory of Communicative Action," Beacon Press (March 1, 1985

Hadiwijono. 1983. Sari Sejarah Filsafat Barat 2. Yogyakarta: Kanisius.

Hegel, G. W. F. 2002. Filsafat Sejarah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Heinrich, Max, Change of Heart dalam American Journal of Sociology.Vol. 83. Nomor 3.

Hendropuspito, D. 1983. Sosiologi Agama. Yogyakarta : Kanisius.

Henricus, W. Ismanthono. 2003. Kamus Istilah Ekonomi Populer. Jakarta: Buku Kompas

Henslin, James M. 2006. Sosiologi dengan Pendekatan Membumi. Edisi Keenam. Jilid Pertama. Terjemahan Sunarto dan Prof. Kamanto. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Hobbes, Thomas. "Leviathan," Touchstone; 1st Touchstone Ed Edition (February 1, 1997)

Holid, M. 2008. Masyarakat sebagai Dikursus. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Ibrahim, Idi Subandy. 2007. Budaya Populer sebagai Komunikasi. Jogyakarta: Jalasutra.

Ismail, M. Al-Husaini. 2008. Menangkal Propaganda Misionaris. Jakarta: Pustaka Al-kautsar

Jalaludin. 2004. Psikologi Agama Edisi Revisi. Jakarta: Rajawali Press.

Jorgensen dkk. 2007. Analisis Wacana Teori dan Metode. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kajeng, dkk. Sarasamuccaya. Surabaya: Paramita.

Komala, Lukiati. 2009. Ilmu Komunikasi: Perspektif, Proses, dan Konteks. Bandung: Widya Padjadjaran.

Komaruddin, dkk. 2002. Kamus Istilah Karya Tulis Ilmiah. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Lechte, J. 2001. 50 Filsuf Kontemporer: dari Strukturalisme sampai Posmodernitas. Yogyakarta: Kanisius.

Locke, John. "Second Treatise of Government," The Liberal Arts Press. 1952 (January 1, 1952).

Lubis, Akhyar Yusuf. 2004. Masih Adakah Tempat berpijak Bagi Ilmuwan, Sebuah Uraian Filsapat Ilmu Pengetahuan Kaum Posmodernis. Bogor: AKADEMIA.

Mahony. 1998. The Artful Universe: an Introduction to the Vedic Religius Imanination. Albany: State University of New York Press.

Marzali. 2005. Antropologi dan Pembangunan Indonesia. Jakarta: PRENADA MEDIA.

Mulyadi dkk. 2006. Toleransi Beragama. Yogyakarta: Pamularsih.

Murphy, Joseph. 2009. Keajaiban Kekuatan Pikiran. Yogyakarta: Serambi Ilmu Semesta.

Norris, Christopher. 2008. Membongkar Teori Dekonstruki Jacques Derrida. Jogyakarta: AR-RUZZ MEDIA GROUP.

Nottingham. 1985. Masyarakat dan Agama. Rajawali : Jakarta.

Oka, I Gusti Ngurah. 2000. Himpunan Peraturan tentang Pemberdayaan Desa Pakraman di Bali, Denpasar: Majelis Pembina Lembaga Adat Propinsi Bali.

Pendit. 1995. Hindu dalam Tafsir-Modern, Denpasar : Yayasan Dharma Naradha.

Pendit. 2002. Bhagawadgita. Jakarta: CV Pelita Nusantara Lestari.

Phalgunadi . 2011. Sekilah Sejaran Evolusih Agama Hindu. Denpasar: PT Mabakti.

Piliang. 2003. Hipersemiotika. Tafsir Cultural Studies Atas Matinya Makna. Yogyakarta: Jalasutra.

Pirolo, Neal. 2006. Melayani sebagai Pengutus. Jakarta: OM Indonesia.

Poerwadarminta, W.J.S. 1982. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Prabhupada, Swami A.C. Bhaktivedanta. 1986. Bhagavadgita Menurut Aslinya. Jakarta : Kesadaran Krishna.

Puja dan Sudarta. 2002. Manawa Dharma Sastra. Jakarta: CV Pelita Nusantara Lestari.

Puja, 1977. Hukum Kewarisan yang Diresepir ke dalam Hukum Adat di Bali dan Lombok. Jakarta:

Purwanto, Setyo. 2007. Artikel Psikologi Klinis dan Perkembangan. Bloq at WordPress.Com

Putra, Wiasa, I.B. Bali dalam Perspektif Global. Denpasar: Upada Sastra.

Ridley, Mark. 1991. Masalah-masalah Evolusi. Jakarta : Universitas Indonesia Press.

Robert B. Pippin dan Otfried Hoffe (Editor).2004. Hegel on Ethics and Politics. Cambridge.

Sagala, Viktor Mangapul. 2006. Landasan Hidup dan Kinerja Gereja Kemah Injil Indonesia Tahun 2006-2011.

Sanderson.1993. Sosiologi Makro: Sebuah Pendekatan terhadap Realitas Sosial. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Sastropoetro, Santosa. 1991. Propaganda: Salah Satu Bentuk Komunikasi Massa. Bandung: Alumni.

Seken, I Ketut. 2003. Motivasi Konversi Agama pada Masyarakat Segehe dan Muntigunung Karangasem. Tesis Universitas Hindu Indonesia di Denpasar.

Selden, Raman and Peter Widdowson. 1993. A Reader’s Guide to Contemporary Literary Theory: Third Edition. Kentucky: The University Press of Kentucky.

Siwu, Ricard.1996. Misi dalam Pandangan Ekumenikel dan Evangelikel Asia. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.

Soekanto. 2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Press.

Soepomo. 1966. Hukum Adat. Jakarta: Universitas Indonesia.

Somvir.2001. 108 Mutiara Veda. Surabaya: Paramita.

Spadly, J.P. 1997. Metodologi Etnografi. Yogyakarta: PT Tiara Wicana

Subramuniyaswami. 2005. Bagaimana Menjadi Hindu. Media Hindu

Sudarsana, I. K. (2017, October). Pengembangan Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal Untuk Mewujudkan Toleransi Antar Umat Beragama. In Prosiding Seminar Nasional Filsafat (pp. 216-223).

Sudarsana, I. K. (2018). Peranan Keluarga Hindu Dalam Mengantisipasi Perpindahan Agama.

Soares, F., & Sudarsana, I. K. (2018). Religious Harmony Among Senior High School Students Multicultural Education Case Study in the Cova-Lima District of East Timor. Vidyottama Sanatana: International Journal of Hindu Science and Religious Studies, 2(1), 154-162.

Surpha, I Wayan. 2002. Seputar Desa Pakraman dan Adat Bali. Denpasar: Bali Post.

Surpi, Ni Kadek Aryadharma. 2011. Membedah Kasus Konversi Agama di Bali. Surabaya: Paramita.

Sutrisno, Muji dan Putranto Hendar. 2004. Hermrneutik Pascakolonial. Yogyakarta : Kanisius.

Suyanto. 2008. Humanisasi Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Talreja, Kanayalal M. 2005. Veda dan Injil Suatu Studi Komparatif. Media Hindu

Titib, I Made. 2001. Teologi dan Simbol-simbol dalam Agama Hindu, Surabaya : Paramita.

Titib, I Made. 2003. Purana: Sumber Ajaran Hindu Komprehensif, Surabaya: Paramita.

Tjokorda Raka Dherana. 1995. Desa Adat dan Awig-awig dalam Struktur Pemerintahan Bali. Denpasar: Upada Sastra.

Turner, Brian. 2000. Teori-teori Sosiologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Turner, S. Brian. 2006. Agama dan Teori Sosial. Yogyakarta: IRCiSoD.

Ulil Abshar-Abdalla. 2005. ‘Menjadi Muslim Liberal’ Jember: Jaringan islam Liberal

Wach, Joachim. 1984. Ilmu Perbandingan Agama: Inti dan Bentuk Pengalaman Keagamaan. Jakarta : CV Rajawali.

Wahid dkk. 2004. Dialog : Kritik & Identitas Agama. Yogyakarta : lnstitut Dian.

Walter L. Adamson, "Gramsci and The Politics of Civil society," Praxis International 7:3/4, Winter, 1987/8.

Van Djik, Teun. 1993. Discourse and Society. Vol 4 (2). London, Newbury Park and New Delhi: Sage.

Wijaya, Nyoman. 2003. Serat Salib dalam Lintas Bali (Menapak Jejak Pengalaman Keluarga Gereja Kristen Protestan Bali), Denpasar: Yayasan Samaritan

Wingate, Andrew. 1981. A Study of Conversion from Christianity t. Two Tamil Villages. Cambridge.

Wisarja, K., & Sudarsana, I. K. (2018). Konstruksi Masyarakat Menurut Mahatma Gandhi. ARISTO, 6(2), 202-224.

Visvanathan. 2000. Apakah Saya Orang Hindu ? (Terjemahan. Denpasar : Manikgeni.

Yolagani. 2007. Hegemoni dan Budaya. Yogyakarta: IRCiSoD.

Zaehner, Robert C. 1992. Kebijaksanaand dari Timur : Beberapa Aspek Pemikiran Hinduisme. Jakarta : Gramedia.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jayapangus Press Books Indexed By:

 

Jayapangus Press Books site and its metadata are licensed under CC BY-SA